Pertemuan Perempuan PGRI Tingkat Nasional Konkernas III PGRI Tahun 2022

Pandemi selama 2 tahun terakhir telah membuat perempuan dan anak sekolah keluar dari sekolah dan tempat kerjanya. Mereka menghadapi meningkatnya kemiskinan, kekerasan, ran belum mendapat pendapatan yg layak, misalnya guru TK/Paud. Pandemi membuat ortu tdk menyekolahkan anaknya ke TK/Paud shg mempengaruhi penghasilan guru TK/Paud yg kebanyakan perempuan dan ada berita guru TK yg menjadi sasaran kekerasan di tempat kerjanya oleh ortu siswa. Saat ini keaksaraan perempuan juga masih lebih rendah dari laki-laki. Hak-hak perempuan masih berjalan sangat lamban.

Untuk itu Perempuan PGRI melalui BKP ((Badan Khusus Perempuan) turut berperan mengatasi dampak pandemi Covid 19 melalui gagasan, ide, dan inovasinya untuk membuat keadaan menjadi lebih baik. Seiring terbentuknya BKP di setiap provinsi, di kabupaten/kota telah melakukan berbagai aksi nyata yang bermanfaat di seluruh lapisan masyarakat dan turut berkontribusi meningkatkan ketahanan terhadap guncangan di masa depan khususnya terhadap perempuan dan anak-anak.  Kita tidak hanya berjuang untuk mencapai kemajuan kesetaraan gender melainkan juga untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan dalam mengatasi resiko tinggi dari perubahan iklim.

Program nyata yang telah dilakukan yaitu:

  • Pemberian vaksin
  • Kampanye prokes dalam bahasa ibu
  • Parenting
  • Kampanye pencegahan kekerasan, perundungan thd perempuan dan anak

Perempuan PGRI di setiap provinsi, kabupaten/kota telah menjalin perluasan kerja sama dan kemitraan dgn gerakan dan organisasi2 perempuan yg ada di daerahnya. Program lainnya yaitu peningkatan 5 literasi: L. Perempuan marginal, L. Digital, L. Finansial, L. Kesehatan, dan L. Kewirausahaan.

Ke depan diharapkan peningkatan capaian terbentuknya kepengurusan di tingkat provinsi, kabupaten/kota sehingga di setiap provinsi dan kabupaten sudah terbentuk BKP PGRI. Diharapkan juga kegiatan yang lebih konkrit utamanya di bidang sosiopreneurship, tidak sekedar mendaur ulang sampah plastik tapi menciptakan sampah baru dan tidak jelas kemanfaatannya sehingga kaum perempuan siap menghadapi perubahan iklim dan guncangan dan masa depan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*